VideoStream



VideoStream adalah mesin pencarian video. Kami telah mengindeks jutaan video dari seluruh dunia



Please Subscribe
Nama:KOK CUMA TV ONE DI 212;INI KATA WARTAWAN KETUA PWI;ILC;KARNI ILYAS;PILPRES 2019;PRABOWO;JOKOWI;SANDI
Durasi:2 mnt 53 dtk
Dilihat:715,503
Dipublikasikan:05 Desember 2018
Sumber:Youtube
Description::Apa yang dilakukan TVOne itu menjadi heboh sebab televisi lain tidak memberitakan live aksi damai yang diikuti jutaan umat tersebut. Padahal, biasanya aksi dengan massa besar selalu mengundang televisi untuk siaran langsung.
Untuk itu situs wartakotalive.com menurunkan berita soal ini dengan meminta tanggapan Ilham Bintang, wartawan senior dan teman dekat Karni Ilyas. Ilham Bintang juga Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) periode 2018-2023.
Menurut Ilham Bintang, dirinya sudah menghubungi Karni Ilyas dan yang bersangkutan membantah dipanggil oleh pihak Istana Presiden Jokowi. “Saya sudah minta klarifikasi dari produser ILC. Info itu dia bilang tidak benar. Sedangkan jawaban saya kepada yang nanya langsung ke WA saya begini. Saya sih nggak yakin. Mana Karni Ilyas mau tukar sisa umurnya dengan orang sekelas istana,” ujar Ilham Bintang.
Ilham Bintang pun memberikan penjelasan secara umum terkait peristiwa Reuni Akbar dalam konteks pemberitaan di media massa (pers).
Menurut dia, apa yang salah dengan penyiaran berita reuni 212. “Malah, pertanyaan besar buat saya kenapa beberapa media tidak tertarik memuat atau menempatkan berita itu di head line media mereka? Mana bisa dibantah fakta serta kelengkapan beritanya bahwa 212 memiliki magnitufe yang kuat. Jutaan orang turun ke Monas, dalam kondisi aman, tertib, khidmat. Padahal, itu sudah ditentang banyak pihak. Malah diasumsikan itu bakal rusuh. Ditandai pula fakta sehari sebelumnya, puluhan ribu aparat pengamanan apel siaga di situ.” katanya.
Menurut Ilham Bintang, fakta itu suci. Universal. Dan, informasi itu milik publik. Bukan milik wartawan yang seenaknya dibikin seperti lempung dengan bersembunyi di balik kata “policy redaksi” belaka. Kaitan wartawan dengan informasi karena kebetulan kita memilih profesi wartawan. Rakyat sudah temukan jalannya sendiri: bikin berita sendiri melalui ponsel dan sebarkan via media sosial. Bersamaan, mereka telah “ mencabut” legitimasi beberapa media pers dari sanubarinya.
Suka ini ?: